Daisypath Friendship tickers

Jumat, 22 Juni 2012

Soket-soket prosesor AMD

 Soket adalah tempat dudukan prosesor pada motherboard. Dudukan ini berbentuk segi empat dengan lubang-lubang kecil tempat tertancapnya kaki-kaki (pin-pin) prosesor yang tersusun membentuk matriks 2 dimensi. Susunan, letak, dan jarak antar lubang sama persis dengan susunan, letak, dan jarak antar pin-pin pada prosesor.

Istilah soket (nama lengkapnya adalah soket CPU atau soket prosesor) telah digunakan secara luas dalam dunia komputer untuk menggambarkan konektor yang menghubungkan motherboard dengan prosesor, khususnya untuk tipe komputer desktop dan server. Prosesor yang dimaksud di sini terutama prosesor berarsitektur Intel x86.
Banyak sekali ditemukan soket-soket pada motherboard yang diproduksi menggunakan arsitektur PGA (Pin Grid Array). Seperti telah disinggung di atas, pada soket tersebut banyak lubang-lubang tempat tertancapnya (diselipkannya) pin-pin atau kaki-kaki prosesor yang terletak di sisi bawah permukaan prosesor. Contoh soket yang menggunakan arsitektur ini adalah:
· Soket 5 yang memiliki 296 pin CPGA (Ceramic Pin Grid Array). Soket ini digunakan untuk prosesor AMD K5 SSA5.
· Soket A yang memiliki 462 Pin CPGA. Soket ini biasanya digunakan oleh prosesor AMD K7 Thunderbird (Athlon Thunderbird). Sebenarnya prosesornya sendiri memiliki 462 pin, 9 pin diantaranya tertutup (tidak ada), sehingga secara nyata hanya memiliki 453 pin. Inilah kekhususan dan tipe soket A (462 Pin CPGA).
· Soket A (EV6) yang memiliki 462 pin OPGA (Organic Pin Grid Array). Contoh prosesor AMD yang menggunakan soket ini adalah Athlon XP.
Masih banyak contoh-contoh prosesor AMD yang menggunakan soket berarsitektur PGA.
Socket 296 berarti dudukan prosesor tersebut memiliki 296 lubang. Dengan sendirinya socket tersebut untuk dudukan prosesor yang jumlah kaki atau pin-pin-nya sebanyak 296 pin. Begitu juga pengertian untuk soket-soket berarsitektur PGA lainnya.
Dudukan prosesor pada motherboard tidak selalu berbentuk soket, ada pula yang berbentuk slot, atau dapat dikatakan dudukan berbasis slot (memang bentuknya lebih mirip slot ekspansi dari pada soket). Prosesornya sendiri dikemas menggunakan dudukan berbentuk slot yang disebut single edge connection. Contoh prosesor AMD yang menggunakan dudukan berarsitektur slot ini, antara lain prosesor AMD K7 (Athlon Argon, Pluto, Orion dan Thunderbird). Nama slot-nya adalah slot A.
Selain jenis soket-soket tersebut, masih ada lagi jenis soket yang lain, yaitu soket A (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 462), Soket AM2 (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 940), soket F dan lain-lainnya.

Daftar berbagai jenis soket dan slot prosesor yang digunakan pada prosesor buatan AMD disajikan pada tabel berikut:


Perlu diketahui bahwa pada awalnya, prosesor-prosesor produksi AMD menggunakan soket keluaran Intel, misalnya soket 1, soket 2, soket 3, soket 5, dan soket 7. Sejak Intel mengeluarkan dudukan prosesor tipe Slot 1, tidak lagi memberikan hak penggunaan Slot dan soket produksinya untuk produsen prosesor lainnya. Akibatnya, AMD terpaksa mengembangkan slot dan soket sendiri untuk dudukan prosesor produksinya. Soket yang pertama kali diproduksi oleh AMD diberi nama Super Soket 7 yang merupakan hasil modifikasi dari soket 7 keluaran Intel. Pada masa-masa berikutnya, AMD memproduksi dudukan prosesor tipe yang lebih baru, antara lain Slot A, Soket A, Soket 754, Soket 939, dan soket AM2.
1. Soket 1

Soket 1 adalah soket standar yang dibuat oleh perusahaan Intel. Soket ini semula digunakan untuk tempat dudukan mikroprosesor golongan x86 buatan Intel sendiri. Prosesor-prosesor buatan Intel yang menggunakan dudukan tipe soket 1 antara lain Intel 80486SX, 80486SX2, Intel 80486DX, 80486DX2, dan Intel 80486DX4 Overdrive. Soket 1 diperkenalkan pada bulan April 1989.

AMD adalah salah satu perusahaan mikroprosesor yang juga memanfaatkan soket 1 buatan Intel ini untuk dudukan prosesornya. Beberapa model prosesor Am486. buatan AMD, menggunakan dudukan soket 1. Karakteristik soket 1 antara lain:

o Memiliki 169 lubang pin, dengan lay out 17 x 17 PGA (Pin Grid Array)

Saat beroperasi, menggunakan tegangan (voltase) 5 Volt.
2. Soket 2

Sebagian model prosesor keluarga Am486 buatan AMD didesain menggunakan soket 2. Seperti halnya soket 1, soket 2 ini adalah soket buatan Intel. Biasanya digunakan untuk dudukan prosesor buatan Intel sendiri, misalnya Intel 80486SX, 80486SX2, 80486DX, 80486DX2, 80486DX4 Overdrive dan 486 Overdrive. AMD hanyalah salah satu perusahaan yang ikut memanfaatkan soket 2 buatan Intel untuk dudukan prosesor produksinya. Soket 2 diperkenalkan pada bulan Maret 1992 oleh perusahaan Intel. Karakteristik soket 2 antara lain:

o Memiliki 238 lubang pin, dengan lay out 19 x 19 PGA (Pin Grid Array)

o Saat beroperasi, menggunakan tegangan (voltase) 5 Volt.

3. Soket 3
Soket 3 adalah soket buatan Intel untuk dudukan prosesor Intel 80486, misalnya prosesor Intel 80486SX, 80486SX2, 80486DX, 80486DX2, 80486DX4 Overdrive, dan 486 Overdrive Pada masa itu, AMD juga menggunakan soket 3 tersebut untuk dudukan prosesornya.

Prosesor buatan AMD yang menggunakan Soket 3 antara lain beberapa model prosesor Am486 dan prosesor Am5x86. Soket 3 diperkenalkan oleh Intel pada bulan Februari 1994. Sebenarnya soket 3 ini merupakan soket yang dapat digunakan untuk prosesor yang memiliki voltase rendah 3,3 Volt. Karakteristik soket 3 antara lain:

o Memiliki 237 lubang pin, dengan lay out 19 x 19 PGA (Pin Grid Array)

Saat beroperasi, menggunakan tegangan (voltase) 5 Volt atau 3,3 Volt.
4. Soket 5

Sama seperti Soket 3, Soket 5 juga soket buatan Intel. Soket ini semula untuk dudukan prosesor Intel Pentium Classic 75 MHz hingga 133 MHz dan Pentium OverDrive. Pentium MMX tidak kompatibel dengan soket ini. Pada masa itu, AMD juga menggunakannya untuk dudukan prosesor buatannya, yaitu prosesor AMD K5 (SSA5 dan Godot).

Biasanya, prosesor-prosesor yang menggunakan soket 5 bisa ditempatkan/dipasangkan juga pada motherboard yang menggunakan soket 7.

Karakteristik soket 5 antara lain:
- Memiliki 320 lubang pin SPGA (Saggered Pin Grid Array)
- Saat beroperasi, menggunakan tegangan (voltase) 3,3 Volt
- Mendukung FSB 50 MHz,  60 MHz dan 66 MHz
5. Soket 7

Soket 7 adalah soket prosesor yang didesain oleh Intel, dan diproduksi untuk menggantikan kedudukan soket 5. Oleh Intel, soket ini digunakan untuk dudukan prosesor desktop Pentium Classic yang bernama sandi P54 dan P54C. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 321 pin PGA (Pin Grid Array). Contoh prosesor Pentium Classic yang menggunakan dudukan soket 7 adalah Pentium 75 MHz, Pentium 90 MHz dan Pentium 100 MHz hingga Pentium 200 MHz. Soket 7 juga digunakan untuk dudukan prosesor desktop Pentium MMX bernama sandi P55C.. Contoh prosesor Pentium MMX yang menggunakan dudukan soket 7 adalah Pentium MMX 166 MHz, Pentium MMX 200 MHz dan Pentium MMX 233 MHz.

Soket 7 diproduksi untuk menggantikan pendahulunya, yaitu soket 5. Soket 7 ini juga dapat digunakan untuk dudukan prosesor-prosesor yang berbasis soket 5. Dengan kalimat lain, dapat dikatakan “Prosesor-prosesor berbasis soket 5 dapat dipasangkan pada soket 7”.

Dibandingkan dengan soket 5, maka soket 7 ini memiliki pin-pin ekstra dan dilengkapi desain dua jalur voltase yang terpisah untuk prosesor. Namun, tidak semua produsen motherboard memanfaatkan peluang desain ini. Motherboard-motherboard tertentu masih menggunakan desain voltase tunggal walaupun menggunakan soket 7. Patut dipahami bahwa soket 5 memiliki voltase tunggal.
Sebenarnya, soket 7 merupakan salah satu jenis soket yang digunakan secara luas oleh berbagai produsen prosesor. Selain kompatibel dengan prosesor produk Intel, soket ini juga kompatibel dengan prosesor AMD maupun Cyrix. AMD pun akhirnya menggunakan soket 7 untuk dudukan prosesor produk terbarunya saat itu, yaitu AMD K5 (SSA5 dan Godot), AMD K6, AMD K6-2, dan AMD K6-III
Sedangkan prosesor-prosesor Cyrix yang kompatibel dengan soket 7 antara lain Cyrix 6×86 (dan MX) P120 – P233.

Soket 7 bekerja dengan baik pada kisaran voltase 2,5 volt hingga 3,5 volt dengan FSB 66 MHz hingga 83 MHz. Soket ini diperkenalkan oleh Intel pada bulan Juni 1995.
6. Super Soket 7
Super soket 7 dikenal pula dengan nama Super 7. Soket ini dikembangkan dari soket 7. Super soket 7 dilengkapi FSB hingga 100 MHz, mampu mendukung bus AGP dan paket SPGA. Memiliki kisaran voltase 2.0 Volt hingga 2.4 Volt. Jumlah lubang pin (lubang kontak) sebanyak 321 lubang pin. Prosesor-prosesor AMD yang menggunakan dudukan super soket 7, antara lain AMD K6-2 dan AMD K6-III. Bahkan prosesor produksi Cyrix juga ada yang menggunakan soket ini.
Prosesor-prosesor yang berbasis soket 7 dapat dipasang (kompatibel) pada motherboard yang menggunakan super soket 7. Tetapi, tidak berlaku sebaliknya. Prosesor yang berbasis super soket 7 tidak akan berjalan sempurna bila dipasang pada motherboard yang menggunakan soket 7. Setidak-tidaknya, prosesor tidak akan berjalan dengan kecepatan penuh (full speed). Sebenarnya, prosesor yang berbasis soket 5 pun bisa dipasangkan pada motherboard yang menggunakan super soket 7. Namun, sayangnya, tidak semua motherboard yang menggunakan desain super soket 7 mendukung voltase yang diperlukan oleh prosesor berbasis soket 5.
Sebelum menggunakan super soket 7, AMD memang menggunakan soket 7 yang sebenarnya milik Intel. Pada saat itu, Intel mengeluarkan soket baru (sebenarnya bertipe slot) untuk dudukan prosesor terbarunya. Tempat dudukan prosesor tersebut dikenal dengan nama Slot 1. Sejak saat itu Intel tidak memberikan hak kepada AMD maupun perusahaan prosesor lain untuk menggunakan Slot 1 miliknya.
Disisi lain, AMD merencanakan merilis prosesor baru dengan kecepatan bus 100 MHz atau lebih. AMD pun segera mencari solusi baru. Mereka segera mengembangkan soket 7. Salah satu hasil pengembangan yang tampak adalah semakin besarnya nilai FSB. Semula, soket 7 ber-FSB 66 MHz, oleh AMD dikembangkan menjadi 100 MHz. Hasil pengembangan atau ekstensi dari soket 7 diberi nama super soket 7 atau Super 7. Tentu saja soket ini dapat menampung prosesor-prosesor yang lebih cepat hingga mencapai 500 MHz. Bahkan prosesor AMD K6-3 yang dipasangkan pada soket ini dapat berjalan dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan prosesor Pentium II yang menggunakan slot 1. Ternyata solusi ini adalah solusi sementara, karena setelah beberapa waktu kemudian, AMD mengeluarkan Slot A. Slot A tersebut mirip dengan Slot 1, tetapi tidak saling kompatibel satu dengan lainnya.
Jelas di sini, bahwa soket 7 adalah soket terakhir milik Intel yang boleh digunakan oleh AMD (dan perusahaan prosesor lainnya). Setelah itu, AMD tidak lagi menggunakan soket milik Intel. AMD merancang, memproduksi, dan menggunakan soket mereka sendiri.
7. Slot A
Slot A adalah tempat dudukan prosesor berbentuk slot pada motherboard yang digunakan untuk prosesor-prosesor buatan AMD. Prosesor AMD yang menggunakan dudukan tipe slot A ini antara lain AMD Athlon versi awal yang bernama core Argon, Pluto, Orion, dan Thunderbird.
Dudukan prosesor tersebut tidak berbentuk soket seperti biasanya, tetapi berbentuk slot seperti slot-slot tempat tertancapnya card-card pada motherboard, misalnya sound card, video card, LAN card dan lain-lainnya. Letak dudukan ini biasanya terpisah dari kumpulan slot-slot card tadi.
Slot A ini adalah tipe slot SEC (Single Edge Cartridge) yang memiliki 242 ‘pin’, wujudnya mirip dengan slot 1 (242 pin SECC) yang biasa digunakan untuk prosesor Pentium II atau Pentium III buatan Intel yang telah beredar lebih dahulu di pasaran. Slot A secara mekanik kompatibel dengan slot 1, tetapi secara elektronis tidak kompatibel dengan slot 1 milik prosesor Intel. Dengan kalimat sederhana dapat dikatakan bahwa keduanya tidak saling kompatibel karena penempatan posisi pin-nya berbeda.
Prosesor Athlon pengguna slot A itu sendiri dikemas dalam desain cartridge (575 pin BGA – 242 pin SEC) yang mirip dengan desain cartridge milik Intel Pentium II atau pentium III


Konektor slot A mampu mendukung bus yang lebih tinggi dibandingkan soket 7 maupun super soket 7. Motherboard-motherboard yang menggunakan slot A, menggunakan ‘bus protocol’ EV6 yang desainnya berasal dari prosesor DEC (Digital Equipment Corporation) Alpha.
8. Soket A
Soket A yang disebut juga dengan nama soket 462 adalah soket buatan AMD yang biasa digunakan untuk prosesor AMD Athlon bernama core Thunderbird, AMD Athlon XP/MP yang bernama core Palomino, Thoroughbred, Barton, dan Thorton, AMD Duron bernama core Spitfire, Morgan, dan Applebred, serta AMD Sempron nama core Thorougbred. Soket A diproduksi untuk menggantikan pendahulunya, yaitu slot A. Sejak soket A diproduksi, seluruh prosesor AMD didesain memiliki 462 pin SPGA agar kompatibel dengan soket tersebut.
Soket A diperkenalkan oleh AMD pada bulan Juni 2000. Spesifikasi soket ini antara lain:
o Memiliki 462 lubang pin, dengan layout 37×37 SPGA (Staggered Pin-Grid Array). Sembilan pin diantaranya tertutup, sehingga tinggal 453 pin yang terpakai.
o Didesain untuk prosesor dengan Chip form factors Ceramic Pin Grid Array (CPGA) maupun Organic Pin Grid Array (OPGA)
o Tipe soket adalah zero insertion force pin grid array (ZIF PGA)
o Mendukung sistem bus DDR (Double Data Rate) yang berbasis bus EV6 DEC Alpha: 100 MHz (FSB200), 133 MHz (FSB266), 166 MHz (FSB333) dan 200 MHz (FSB400)
Bekerja pada kisaran voltase 1.0 Volt hingga 2.05 Volt.

AMD menjelaskan bahwa sebaiknya massa alat (komponen) pendingin prosesor (cooler, heatsink dan fan) tidak melebihi 300 gram, sebab jika melebihi ukuran tersebut dapat merusak prosesor, apalagi bila cara penanganannya tidak sempurna. Akhirnya, produksi soket A berangsur-angsur mulai dihentikan (discontinued) sejak AMD beralih menggunakan soket 754, soket 939, dan AM2, walaupun sebagian vendor diketahui masih menyediakan motherboard dan prosesor tersebut.
9. Soket 754
Soket 754 adalah salah satu soket yang dikembangkan oleh AMD, merupakan soket pertama yang mampu mendukung prosesor 64 bit buatan AMD sendiri. Diperkenalkan pertama kali pada tahun 2003. Awalnya digunakan untuk prosesor desktop Athlon 64 nama core ClawHammer dan Newcastle. Akhirnya digunakan pula untuk prosesor Athlon 64 Venice dan prosesor desktop low end AMD Sempron (nama core Paris dan Palermo), serta prosesor mobile Athlon 64 dan mobile Sempron.

Soket 754 memiliki 754 lubang kontak, digunakan untuk dudukan prosesor yang didesain memiliki 754 pin tipe OPGA (Organic Pin Grid Array). Soket ini memberikan dukungan voltase pada kisaran 0.8 Volt hingga 1,55 Volt.
Soket 754 mendukung penggunaan interface memori 64 bit single channel, bus HyperTransport 800 MHz Bi-Directional, dan memiliki bandwidth data efektif 9,6 GB per detik.
10. Soket 939
Soket 939 adalah soket yang didesain dan diproduksi oleh AMD. Dirilis pertama kali pada bulan Juni 2004. Merupakan soket kedua yang didesain oleh AMD untuk mendukung prosesor 64 bit. Soket ini menggantikan kedudukan soket pendahulunya, yaitu soket 754.

Soket 939 memberi dukungan voltase 0,8 Volt hingga 1,55 Volt, bus HyperTransport 1000 MHz, memiliki 939 lubang kontak yang didesain untuk prosesor 939 pin OPGA, baik prosesor single core maupun dual core. Prosesor Athlon 64 X2 4800+ adalah prosesor ber-clock speed tinggi yang menggunakan paket soket 939. Contoh prosesor yang menggunakan soket 939 antara lain:
o Athlon 64 (nama core ClawHammer, Newcastle, Winchester, Venis, Manchester, San Diego, Toledo),
o Athlon 64 FX (nama core ClawHammer, San Diego),
o Athlon 64 X2 (nama core Manchester, Toledo),
o Sempron (nama core Palermo)
o Opteron (nama core Venus, Denmark).
Soket 939 mendukung penggunaan memori DDR SDRAM 128 bit dual channel dengan bandwidth 6,4 GB per detik, mendukung set instruksi 3DNow!, SSE, SSE2, dan SSE3. Prosesor-prosesor yang menggunakan soket ini umumnya memiliki L1 Cache 128 KB (64 KB untuk cache data, 64 KB untuk cache instruksi), dan L2 Cache 512 KB atau 1024 KB
11. Soket 940
Soket 940 memiliki 940 lubang kontak, didesain untuk prosesor 940 pin tipe PGA, memberi dukungan voltase 0,8 Volt hingga 1,55 Volt, serta bus HyperTransport 800 MHz/1000MHz, kompatibel dengan DDR SDRAM. Soket ini digunakan untuk prosesor 64 bit. Contoh prosesor yang menggunakan soket 940 antara lain:
o Athlon 64 FX nama core SledgeHammer
Opteron (nama core SledgeHammer, Troy, Athens, Italy, dan Egypt)

Soket 940 sebenarnya dimaksudkan untuk soket prosesor server. Oleh karena itu, soket ini banyak digunakan untuk prosesor server Opteron, baik yang berkonfigurasi dual prosesor, empat prosesor, maupun delapan prosesor.
Soket 940 tidak kompatibel dengan prosesor yang didesain untuk soket AM2, atau sebaliknya, walaupun keduanya memiliki jumlah pin atau lubang pin yang sama (sebanyak 940 pin/lubang pin). Soket 940 didesain untuk penggunaan memori DDR SDRAM, sedang soket AM2 didesain untuk penggunaan memori DDR2 SDRAM.
Di sisi lain. soket 939 tidak dapat dipasangkan pada motherboard yang didesain untuk soket 940, meskipun kedua soket ini sama-sama dirancang menggunakan memori DDR SDRAM. Soket 939 menghendaki unbuffered memory, sedangkan soket 940 menghendaki registered memory.
Motherboad yang didesain menggunakan soket 940 tersedia di pasaran dengan pasangan chipsets:
o AMD’s own 8000-series
o nVidia nForce4 Professional
12. Soket AM2
Nama Soket AM2 berasal dari nama Soket M2. Penggunaan nama soket M2 dapat mengakibatkan kerancuan dengan nama prosesor produksi Cyrix, yaitu Cyrix MII. Oleh karena itu, untuk menghindari kerancuan tersebut nama Soket M2 diganti dengan nama baru Soket AM2.

Soket AM2 adalah soket yang didesain oleh AMD untuk tempat dudukan prosesor desktop produksi AMD sendiri. Soket AM2 diluncurkan untuk menggantikan soket yang lama (pendahulunya), yaitu soket 939 dan Soket 754. Soket AM2 dirilis ke pasaran pada tanggal 23 Mei 2006.
Prosesor-prosesor berbasis soket AM2 tidak kompatibel dengan motherboard yang menggunakan jenis Soket 940 maupun Soket 939 (PGA dengan 940 lubang kontak), walaupun ketiga-tiganya memiliki pin/lubang kontak yang sama, yaitu 940 pin. Pernah dilaporkan bahwa Soket AM2 menunjukkan kinerja 0 – 7 % lebih cepat dibandingkan Soket 939 yang setara.
Prosesor-prosesor AMD yang kompatibel dengan soket AM2, antara lain:
§ Prosesor single core : AMD Athlon 64 (Orleans), AMD Sempron (Manila), Opteron (Santa Ana)
§ Prosesor dual Core : AMD Athlon 64 X2 Windsor dan AMD Athlon 64 FX Windsor.
Prosesor-prosesor yang berbasis Soket AM2 kebanyakan diproduksi dengan teknologi manufaktur 90 nm atau 65 nanometer dan dilengkapi fitur instruksi SSE3. Kompatibel dipasangkan dengan jenis memori DDR2-SDRAM. Bahkan dapat dikatakan merupakan soket pertama AMD yang memberi dukungan terhadap penggunaan DDR2 SDRAM.
13. Soket AM2+
Soket AM2+ merupakan perkembangan dari soket AM2. Pada prosesor desktop, soket ini digunakan untuk prosesor Phenom X3 nama core Toliman dan Phenom X4 bernama core Agena. Sedangkan prosesor server yang menggunakan soket AM2+ adalah Opteron Budapest.
Soket AM2+ memiliki lubang kontak 940 pin yang sesuai untuk desain pin prosesor bertipe OPGA (Organik Pin Grid Array) maupun CPGA (Ceramic Pin Grid Array).
Soket AM2+ sepenuhnya kompatibel dengan soket AM2. Prosesor-prosesor yang didesain menggunakan soket AM2 dapat dipasangkan pada soket AM2+, atau sebaliknya.
Terdapat sedikit perbedaan antara soket AM2 dan AM2+. AM2+ memiliki dua fitur utama yang tidak dimiliki oleh AM2. Fitur tersebut adalah:
o Bus HyperTransport versi 3.0 yang mampu beroperasi sampai 2,6 GHz.
o Power yang terpisah: satu untuk core CPU dan satu lagi untuk IMC (Integrated Memory Controller). Kondisi seperti ini dapat memperbaiki sistem penghematan daya. CPU dalam mode ‘sleep’, tetapi IMC masih dalam kondisi aktif. Kondisi seperti dapat terjadi, dan dapat menghemat penggunaan daya (power).
Seperti dijelaskan tadi, bahwa prosesor AM2+ dapat dipasangkan dan bekerja pada motherboard bersoket AM2, tetapi kerja atau operasi prosesor AM2+ tidak bisa maksimal karena terbatasi oleh spesifikasi soket AM2 yang masih menggunakan bus HyperTransport versi 2,0 yang berkecepatan 1 GHz, dan sistem penghematan daya tidak bisa dilakukan karena hanya memiliki satu ‘power plane’ untuk core CPU dan IMC (tidak terpisah seperti pada AM2+).
14. Soket F
Soket F dikenal pula dengan nama Soket 1207 karena memiliki 1207 pin/lubang kontak. Soket F ini didesain untuk mendukung penggunaan jenis memori DDR2-SDRAM.
Terdapat beberapa versi Soket F, antara lain soket F (LGA 1207) yang biasa digunakan untuk prosesor server Opteron, dan soket F (1207 FX) yang dirancang untuk dual soket prosesor dual core Athlon 64 FX. Kedua versi soket ini tidak saling kompatibel satu dengan lainnya. Soket F (LGA 1207) berbeda dengan soket F 1207 FX. Masing-masing dirancang untuk prosesor, chipset, dan motherboard yang berbeda.

15. Soket 563

Soket 563 adalah tipe soket untuk prosesor mobile versi low power (TDP 16 Watt hingga 25 Watt) yang biasa dipakai untuk laptop/notebook. Soket yang bersifat eksklusif ini dibuat oleh AMD, yang digunakan untuk dudukan prosesor mobile Athlon XP-M versi low power yang didesain memiliki 563 pin OuPGA (Organic mikro Pin Grid Array)
16. Soket S1
Soket S1, sampai pertengahan tahun 2008 tergolong soket generasi terbaru yang dibuat oleh AMD. Sementara ini, soket tersebut masih digunakan untuk prosesor mobile (komputer laptop/notebook). Pertama kali digunakan untuk prosesor mobile Turion dual core dan diperkenalkan pada tanggal 17 Mei 2006.

Soket S1 memiliki 638 lubang pin, menggantikan posisi soket 754 yang dipakai pada prosesor mobile. Soket S1 mendukung penggunaan prosesor mobile dual core, DDR2 SDRAM dual channel, bus 800 MHz HyperTransport, dan fitur teknologi Virtualization. Prosesor mobile AMD yang menggunakan soket S1 ini akan bersaing di pasaran dengan prosesor mobile Intel Core 2 produksi perusahaan Intel.
Contoh prosesor yang menggunakan soket S1, antara lain:
o Turion 64 nama core Richmon
o Turion 64 X2 nama core Taylor, Trinidad, Tyler

o Mobile Sempron nama core Keene, Sherman

Pengertian Socket

Pengertian soket

Soket adalah tempat dudukan prosesor pada motherboard. Dudukan ini berbentuk segi empat dengan lubang-lubang kecil tempat tertancapnya kaki-kaki (pin-pin) prosesor yang tersusun membentuk matriks 2 dimensi. Susunan, letak, dan jarak antar lubang sama persis dengan susunan, letak, dan jarak antar pin-pin pada prosesor.
Istilah soket (nama lengkapnya adalah soket CPU atau soket prosesor) telah digunakan secara luas dalam dunia komputer untuk menggambarkan konektor yang menghubungkan motherboard dengan prosesor, khususnya untuk tipe komputer desktop dan server. Prosesor yang dimaksud di sini terutama prosesor berarsitektur Intel x86.
Banyak sekali ditemukan soket-soket pada motherboard yang diproduksi menggunakan arsitektur PGA (Pin Grid Array). Seperti telah disinggung di atas, pada soket tersebut banyak lubang-lubang tempat tertancapnya (diselipkannya) pin-pin atau kaki-kaki prosesor yang terletak di sisi bawah permukaan prosesor. Contoh soket yang menggunakan arsitektur ini adalah soket 370 (untuk dudukan prosesor Intel Pentium 3), socket 423 dan socket 478 (untuk dudukan prosesor Intel Pentium 4).
Socket 370 berarti dudukan prosesor tersebut memiliki 370 lubang. Dengan sendirinya socket tersebut untuk dudukan prosesor yang jumlah kaki atau pin-pin-nya sebanyak 370 pin. Prosesor jenis ini biasanya prosesor Intel Pentium 3. Begitu juga pengertian untuk socket 423 dan socket 478.
Selain tipe PGA terdapat pula tipe lainnya, misalnya LGA (Land Grid Array). Pada tipe LGA, pin-pinnya tidak terdapat pada prosesor, tetapi terdapat pada soket. Jika pada arsitektur PGA, pin-pinnya terletak pada prosesor, maka pada LGA, pin-pinnya ada pada soket. Pin-pin ini yang kontak langsung dengan sisi bawah/dasar prosesor tipe LGA.
Dudukan prosesor pada motherboard tidak selalu berbentuk soket, ada pula yang berbentuk slot, atau dapat dikatakan dudukan berbasis slot (memang bentuknya lebih mirip slot ekspansi dari pada soket). Prosesornya sendiri dikemas menggunakan dudukan berbentuk slot yang disebut single edge connection. Dudukan berarsitektur slot ini, banyak digunakan pada prosesor Pentium 2 dan Pentium 3.
Selain jenis socket-socket tersebut, masih ada lagi jenis socket yang lain, yaitu socket A (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 462), Socket AM2 (untuk prosesor AMD dengan jumlah pin 940), dan masih banyak lagi yang tak akan disebutkan di sini, karena pada dasarnya pengertiannya adalah sama (analogis).

Daftar berbagai jenis soket dan slot prosesor yang digunakan pada prosesor buatan Intel disajikan Pada tabel 1.
Daftar soket dan slot prosesor yang digunakan pada prosesor Intel
Jenis soket
Prosesor yang kompatibel
Soket 1
80486
Soket 2
80486
Soket 3
80486 (3,3 V dan 5 V)
Soket 4
Intel Pentium 60 MHz, Pentium 66 MHz
Soket 5
Intel Pentium 75 hingga 133 MHz
Soket 7
Intel Pentium, Pentium MMX
Soket 8
Intel Pentium Pro
Soket 370
Intel Pentium III, Celeron
Soket 423
Intel Pentium 4 core Willamate
Soket 478
Intel Pentium 4, Intel Pentium 4 HT, Pentium 4 Extreme Edition, Celeron, Celeron D, Pentium M
Soket 479
Mobile: Intel Pentium M, Celeron M
Soket 486
80486
Soket 495
Mobile: Intel Celeron
Soket 603
Intel Xeon.
Soket 604
Intel Xeon.
Soket 615
Mobile: Intel Celeron
Soket M
Mobile: Intel Core Solo, Core Duo, Core 2 Duo, Celeron M
Soket N
Intel Dual-Core Xeon LV
Jenis soket
Prosesor yang kompatibel
Soket P
Mobile: Intel Core 2 Duo, Core 2 Extreme, Celeron M
LGA 771
Intel Xeon.
LGA 775
Intel Pentium 4, Pentium D, Celeron D, Pentium Extreme Edition, Core 2 Duo, Core 2 Extreme, Core 2 Quad, Xeon 3000 series
PAC418
Intel Itanium
PAC611
Intel Itanium
Slot 1
Intel Celeron, Intel Pentium II, Intel Pentium III
Slot 2
Intel Pentium II Xeon, Intel Pentium II Xeon
Keterangan:
Soket LGA771 dikenal juga dengan nama Soket 771 atau Soket J
Soket LGA775 dikenal juga dengan nama Soket 775 atau Soket T

Soket 4

Soket 4 adalah dudukan prosesor desktop Pentium Classic yang bernama sandi P5. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 273 pin PGA (Pin Grid Array). Pentium Classic (P5) diproduksi dengan teknik fabrikasi 800 nm. Contoh prosesor Pentium Classic yang menggunakan dudukan soket 4 adalah Pentium 60 MHz dan Pentium 66 MHz. Pentium Classic P5 diperkenalkan pertama kali pada tanggal 22 Maret 1993.

Soket 5

Soket 5 biasanya digunakan untuk dudukan prosesor Pentium Classic 75 MHz hingga 133 MHz. Prosesor tersebut juga dapat (kompatibel) ditempatkan/dipasangkan ke Soket 7.

soket
soket

Soket 7

Soket 7 adalah dudukan prosesor desktop Pentium Classic yang bernama sandi P54 dan P54C. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 296 atau 321 pin PGA (Pin Grid Array). Pentium Classic (P54) diproduksi dengan teknik fabrikasi 600 nm, sedangkan Pentium Classic (P54C) diproduksi dengan teknik fabrikasi 350 nm. Contoh prosesor Pentium Classic yang menggunakan dudukan soket 7 adalah Pentium 75 MHz, Pentium 90 MHz dan Pentium 100 MHz hingga Pentium 200 MHz. Pentium Classic P54 diperkenalkan pertama kali pada tanggal 7 Maret 1994, sedangkan Pentium Classic P54C diperkenalkan pertama kali setahun kemudian, yaitu pada bulan Maret 1995.

Soket 7 juga digunakan untuk dudukan prosesor desktop Pentium MMX bernama sandi P55C. Prosesor ini diproduksi dengan teknik fabrikasi 350 nm. Contoh prosesor Pentium MMX yang menggunakan dudukan soket 7 adalah Pentium MMX 166 MHz, Pentium MMX 200 MHz dan Pentium MMX 233 MHz. Pentium MMX P55C diperkenalkan pertama kali pada tanggal 8 Januari 1997.

Soket 7 diproduksi untuk menggantikan pendahulunya, yaitu soket 5. Soket 7 ini juga dapat digunakan untuk dudukan prosesor-prosesor yang berbasis soket 5. Dengan kalimat lain, dapat dikatakan “Prosesor-prosesor berbasis soket 5 dapat dipasangkan pada soket 7”.
Dibandingkan dengan soket 5, maka soket 7 ini memiliki pin-pin ekstra dan dilengkapi desain dua jalur voltase yang terpisah untuk prosesor. Namun, tidak semua produsen motherboard memanfaatkan peluang desain ini. Motherboard-motherboard tertentu masih menggunakan desain voltase tunggal walaupun menggunakan soket 7. Patut dipahami bahwa soket 5 memiliki voltase tunggal.
Sebenarnya, soket 7 merupakan salah satu jenis soket yang digunakan secara luas oleh berbagai produsen prosesor. Selain kompatibel dengan prosesor produk Intel, soket ini juga kompatibel dengan prosesor AMD maupun Cyrix. Prosesor-prosesor AMD dan Cyrix yang kompatibel dengan soket 7 antara lain AMD K5 hingga K6, Cyrix 6×86 (dan MX) P120 – P233.

Soket 7 bekerja dengan baik pada kisaran voltase 2,5 volt hingga 3,5 volt dengan FSB 66 MHz hingga 83 MHz.

Soket 8

Soket 8 adalah dudukan prosesor desktop Pentium Pro. Soket ini memiliki lubang pin sebanyak 387 pin. Pentium Pro ada yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 600 nm, ada pula yang diproduksi dengan teknik fabrikasi 350 nm. Contoh prosesor Pentium Pro yang menggunakan dudukan soket 8 adalah Pentium Pro 150 MHz, Pentium Pro 166 MHz dan Pentium Pro 180 MHz dan Pentium Pro 200 MHz.

Soket 370

Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa soket 370 memiliki lubang pin sebanyak 370 buah. Soket 370 diproduksi untuk menggantikan dudukan prosesor yang lama, yaitu slot 1. Soket ini pertama kali digunakan oleh sebagian varian prosesor desktop Celeron bernama sandi Mendocino. Dudukan prosesor Celeron Mendocino ini sering disebut secara lengkap dengan istilah Socket 370 PPGA (Plastic Pin Grid Array) Package.

Pada perkembangan berikutnya, soket 370 juga digunakan oleh sebagian varian prosesor desktop Pentium 3 bernama sandi Coppermine dan Tualatin. Dudukan pada kedua jenis prosesor ini, sering disebut dengan nama lengkap socket 370 pin FC-PGA (Flip-Chip Pin Grid Array) Package. Soket 370, selain digunakan untuk prosesor Intel, dapat juga digunakan untuk prosesor Via-Cyrix Cyrix III yang kemudian diubah namanya menjadi VIA C3.

Soket 370 banyak ditemukan pada motherboard mini-ITX. Bahkan tak jarang ditemukan tipe-tipe motherboard untuk Pentium III yang memasang dua macam dudukan prosesor sekaligus (dual) dalam satu motherboard, yaitu soket 370 dan slot 1. Namun, kedua dudukan ini tidak bisa digunakan bersamaan pada satu waktu yang sama. Jika salah satu digunakan, maka yang lainnya tidak berfungsi.

Harus dicermati bahwa pendingin prosesor (CPU cooler) yang digunakan untuk prosesor bersoket 370 ini, bobotnya tidak boleh melebihi 180 gram. Bila bobot CPU cooler tersebut melebihi 180 gram, dapat mengakibatkan kerusakan.
Soket 370 ini kemudian ditinggalkan oleh pihak Intel, sebagai penggantinya digunakan soket 423, 478 dan 775 yang digunakan untuk Pentium 4, yang selanjutnya soket 775 digunakan untuk prosesor Intel Core 2.

Soket 370 bekerja pada kisaran voltase 1,05 volt hingga 2,1 volt dengan FSB 66 MHz, 100 MHz dan 133 MHz.

Perlu diketahui bahwa soket 370 tersebut tidak bersifat universal, artinya soket 370 pada motherboard tidak selalu cocok dengan seluruh prosesor yang kebetulan jumlah pin-nya 370. Misalnya, motherboard yang memiliki soket 370 yang ditujukan untuk prosesor Celeron, belum tentu kompatibel bila dipasangkan dengan prosesor Pentium 3 Copermine maupun Tualatin, atau sebaliknya, walaupun sama-sama pengguna soket 370.

Terdapat 3 varian soket 370 pada motherboard yang masing-masing berbeda spesifikasi pinout-nya. Ketiga varian soket 370 tersebut adalah:

o Soket 370 generasi pertama: soket ini hanya sesuai (kompatibel) dengan prosesor Celeron (jenis soket PPGA).

o Soket 370 generasi kedua: soket ini hanya sesuai dengan prosesor Pentium 3 Coppermine (jenis soket FCPGA). Soket generasi pertama dan kedua ini tidak saling kompatibel satu dengan lainnya.

Soket generasi ketiga: soket ini mendukung prosesor Pentium 3 Coppermine (FCPGA) dan prosesor Pentium 3 Tualatin (FCPGA2).
Sebagai tambahan informasi, berikut ini disajikan berbagai jenis chipset yang kompatibel (support) dengan prosesor-prosesor bersoket 370.
Chipset yang kompatibel dengan prosesor-prosesor bersoket 370.
Produsen
Chipset
INTEL
· i440/450 chipset series: i440BX/EX/FX/GX/LX/MX/MX-100/ZX,
i450GX/KX/NX
· i8XX chipset series : i810/E/E2/L, i815/E/EG/EP/G/P, i820E, i840
VIA
· Appollo/ Appollo Pro/ Appollo Pro+
· PRO133/PRO133A/PRO133T/PM133/PN133/PN133T/PL133/
PL133T/PLE133/PLE133T
· Pro266/PM266/Pro266T/PM266T
· CLE266/CN400
ALi
Aladdin Pro/ProII/TNT2/Pro 4/Pro 5/Pro 5T
ATi
S1-370-TL
OPTi
Discovery
SiS
· SiS5600
· SiS 620, SiS 630/E/ET/S/ST,SiS 633/T, SiS 635/T
ULi
M1644T

Memasang Melepas Prosesor LGA 775

Memasang Melepas Prosesor LGA 775

Prosesor Intel dengan soket LGA 775 merupakan pencapaian teknologi prosesor Intel yang patut dicatat. Secara substansial prosesor jenis soket LGA 775 mengurangi kompleksitas biaya manufaktur prosesor yaitu dengan dibuangnya pin antarmuka prosesor dan menggantinya dengan lapisan emas halus pada bagian bawah CPU yang bersentuhan dengan motherboard. Menghilangkan pin prosesor berarti menurunkan biaya produksi secara signifikan bagi Intel. Namun dengan prosesor soket LGA 775 ini justru meningkatkan kompeksitas dan resiko pada saat memasang dan melepas prosesor ke dan dari motherboard.
Dengan dihilangkannya pin dari prosesor, Intel harus bertanggungjawab untuk menambahkan pin interface kepada produsen motherboard. Pada saat awal-awal peluncuran prosesor tanpa pin ini membuat banyak pelanggan merasa tidak nyaman dan bahkan komplain ke produsen motherboard, dan produsen motherboard pun harus ikut bertanggung jawab dengan di hapuskannya pin dari prosesor. Namun itulah konsekuensi logis yang harus di tanggung bersama antara, Intel, produsen motherboard dan pengguna. Secara umum para pengguna prosesor Intel menganggap sebagai hal jelek, karena banyaknya kasus dilapangan ketika para pengguna mengalami kerusakan saat memasang atau melepas prosesor dari dan ke motherboard. Kelemahan lainnya adalah perusahaan Intel kurang responsive dalam penanganan ketersediaan suku cadang dipasaran. Jika anda berencana membangun unit komputer untuk kebutuhan sendiri atau pesanan pelanggan, ada baiknya ikuti langkah dibawah ini dalam proses pemasangan dan pelepasan prosesor Intel soket LGA 775.

Mengenal Chip Prosesor LGA 775 dan Soket
Seperti kita ketahui bahwa prosesor Intel LGA 775 tidak memiliki pin sama sekali, hanya permukaan emas rata dan halus. Prosesor Intel LGA 775 hanya memiliki titik-titik kontak listrik tanpa pin, sebaliknya pin tersedia soket pada motherboard. Prosesor tanpa pin ini cenderung lebih rapuh dan tipis jika di bandingkan dengan prosesor yang memiliki pin. Selama proses pemasangan dan pelepasan lapisan halus titik-titik kontak prosesor tidak boleh disentuh karena minyak atau garam dari kulit tangan bisa menghalangi aliran listrik dari dan ke motherboard bahkan bisa merusak titik-titik kontak prosesor.


Perhatikan gambar diatas. Sebelah kiri adalah prosesor PGA 478 dengan pin, sedangkan sebelah kanan adalah prosesor LGA 775 tanpa pin. Itulah perbedaan mendasar antara prosesor dengan pin dan tanpa pin, sedangkan hal fisik lainnya tidak jauh berbeda.


Seperti terlihat pada gambar diatas, susunan pin yang berhubungan dengan prosesor terletak pada soket di motherboard, hal ini membuat pin cenderung rapuh dan mudah bengkok. Motherboard dengan soket LGA 775, semua bahan soketnya terbuat dari plat logam (load plate) seperti gambar diatas, dengan tujuan sebagai pengunci prosesor setelah terpasang dan melindungi pin. Produsen motherboard menyertakan penutup plastik yang menempel kuat pada plat soket untuk melindungi pin pada saat prosesor belum terpasang, sehingga pin dalam kondisi aman dari gangguan fisik. Tuas digunakan sebagai pengunci plat beban dan prosesor saat terpasang.
Pada saat memasang prosesor pada soket maka harus dilakukan dengan perlahan-lahan, hati-hati dalam posisi vertikal terhadap soket. Demikian pula dalam proses pelapasan prosesor dari soket motherboard. Jika kita melakukan pemasangan dengan ceroboh itu justru akan merusak pin sehingga motherboard tidak dapat digunakan.

Memasang Prosesor LGA 775
Waktunya memasang chip prosesor dengan benar dan aman. Berhati-hatilah karena hal ini sebenarnya tidaklah sulit, jangan sampai kecerobohan anda harus dibayar dengan mahal.
Langkah 1 : Ambil prosesor dalam kemasan pelindung dari wadahnya. Gunakan anti-statis dan tempatkan tikar busa pada bagian bawah motherboard sebagai pelindung, kemudian tempatkan motherboard pada meja yang datar.

Langkah 2 : Buka tuas pengunci shim dengan lembut pada arah sedikit kebawah kemudian tarik keatas hingga shim (load plate) longgar.

Langkah 3 : Angkat tab logam kecil pada load plate, dan angkat ke atas sehingga terlihat pin didalam soket tersebut. Ingat! Jangan sampai menyentuh pin!. Perhatikan dengan seksama pin untuk memeriksanya dari kemungkinan bengkok dan benda asing. Jika menemukan benda asing, buanglah dengan hati-hati.

Pada gambar dibawah terlihat ada pin yang bengkok dan keluar dari posisinya.

Jika ditemukan pin yang bengkok jangan dulu kembali ke dealer untuk klaim garansi, cobalah untuk meluruskannya dengan menyentuh pin bengkok tersebut. Gunakan benda yang runcing dengan hati-hati untuk memposisikan pin sesuai dengan tempatnya.
Langkah 4 : Ambil prosesor bersama pelindung dari wadahnya. Untuk melepas tutup pelindung, tahan prosesor pada sudut-sudutnya dan lepaskan pelahan-lahan. Hati-hati jangan sampai menyentuh titik-titik kontak emas halus pada bagian bawah prosesor. Kemudian pegang pinggiran prosesor dan balikan sisi bawahnya, perhatikan dengan seksama. Periksa apakah ada kerusakan kontak atau menempelnya benda asing pada kontak halus.

Langkah 5 : Perhatikan sisi menonjol (tab/takik) pada dua sisi soket sebelah kiri dan kanan dan cocokan dengan prosesor. Posisikan prosesor dalam arah yang benar sesuai posisi soket. Pastikan tuas dan plat beban terbuka dengan baik.

Langkah 6 : Pegang prosesor dengan dua jari pada sisi-sisinya dengan hati-hati, jangan terlalu kuat dan jangan pula terlalu lemah dalam memegang prosesor. Posisikan dengan benar prosesor pada posisi vertikal terhadap soket, dan perhatikan posisi tab antara prosesor dengan soket, pastikan dalam posisi sudah benar dan lurus. Turunkan prosesor perlahan-lahan dalam posisi vertikal terhadap soket. Perhatikan dan pastikan dengan baik apakah prosesor dalam posisi rata terhadap soket. Ada perbedaan jarak antara tab pada dinding plastik soket yang ditujukan untuk menyediakan ruang jari saat menurunkan prosesor pada soket.

Langkah 7 : Pastikan bahwa prosesor duduk rata pada soket LGA 775, dengan segitiga emas mengarah pada tuas pengunci. Prosesor harus dalam posisi tepat terhadap soket tanpa longgar, dan lakukan pemeriksaan ini beberapa kali untuk memastikan posisi prosesor terhadap soket.


Langkah 8 : Tutupkan shim (load plate) bersama pelindung plastiknya, seperti gambar dibawah ini.

(Gambar diatas dengan pelindung plastik yang di buang dengan maksud untuk kejelasan posisi prosesor pada soket)

Langkah 9 : Tarik dan tekan shim (load plate) dengan satu jari secara perlahan (jangan terlalu kuat) untuk memastikan load plate dalam posisi tepat terhadap pengunci. Tarik tuas pengunci dengan arah kebawah sampai posisinya dekat dengan tab retensi logam (pengunci tuas). Geser tuas pengunci kearah luar pengunci tuas dan tekan sedikit hingga tuang pengunci terkunci dengan benar pada tab retensi.

(Gambar diatas tanpa tutup pelindung plastik dengan maksud untuk kejelasan posisi tuas pengunci terhadap tab retensi)

Langkah 10 : Langkah diatas seharusnya membuat tutup pelindung plastik menjadi longgar.

Jika tutup pelindung plastik tidak terlepas dari load plate, kita bisa mengambilnya dengan menarik secara perlahan. Setelah tutup pelindung plastik terlepas, simpanlah baik-baik, mungkin suatu hari kita membutuhkannya.

Langkah 11 : Prosesor sekarang sudah terpasang dengan benar dan aman, langkah selanjutnya adalah memasang heatsink (aluminium pendingin dan kipas). Sebelum memasang heatsink seharusnya motherboard sudah terpasang rapi pada komputer (casing). [Mengenai panduan memasang motherboard pada casing akan dibahas terpisah]

Memasang Heatsink
Tempatkan casing komputer pada meja datar dengan posisi motherboard menghadap ke atas. Ambil heatsink dari wadahnya dan periksa bagian bawah yang bersentuhan dengan prosesor. Pastikan bahwa bagian bawah heatsink rata tanpa cacat. Jika heatsink merupakan bawaan prosesor maka tidak perlu ditambahkan thermal paste atau bahan lainnya pada permukaan yang bersentuhan dengan prosesor. Namun, jika heatsink tidak disertakan thermal compound, maka harus ditambahkan thermal paste para permukaan prosesor dan ratakan. Jangan pernah memasang heatsink tanpa lapisan thermal paste. Lebih lengkap tentang thermal paste silahkan baca pada artikelnya disini.

Langkah 1 : Perhatikan empat lubang pada motherboard di sekitar soket. Lubang ini sebagai tempat untuk menempatkan kaki heatsink. Turunkan secara perlahan-lahan heatsink pada arah vertikal terhadap prosesor dan soket kemudian luruskan kaki heatsink tepat pada lubangnya. Heatsink tidak memiliki arah khusus sehingga anda bisa bebas mengarahkan posisi heatsink, yang penting perhatikan posisi kaki heatsink tepat terhadap lubang pada motherboard.


Langkah 2 : Perhatikan dengan baik arah pengikat pada keempat titik heatsink, arahkan dalam posisi benar yaitu panah menunjuk jauh dari heatsink, dan alur mengarah pada pusat heatsink seperti gambar dibawah ini. Hal ini untuk memastikan pengikat akan mengunci pada posisi yang tepat saat di tekan ke bawah.

Langkah 3 : Jika heatsink sudah duduk dengan tepat diatas prosesor dan setiap pengikat heatsink menempati lubangnya masing-masing, tahan pengunci dan tekan pengikat heatsink kuat-kuat dengan satu jari secara bergantian di ke empat titik lubang. Pastikan bahwa heatsink duduk rata diatas soket dan prosesor tanpa ada ruang gerak.

Langkah 4 : Sambungkan kabel sumber tagangan kipas pada konektor 3 pin atau 4 pin yang terdapat pada motherboard.

Langkah 5 : Baca manual motherboard untuk memastikan bahwa semuanya sudah terpasang dengan benar. Pastikan bahwa kabel-kabel yang ada pada bagian dalam moterboard tidak tersangkut pada baling-baling kipas pendingin. Setelah prosesor, heatsink dan komponen lain sudah terpasang dengan benar, silahkan lakukan pengujian komputer. Selamat menggunakan komputer baru dengan prosesor Intel LGA 775, dan gunakan dengan bijak.

Melepas Heatsink dan Prosesor LGA 775
Jika di kemudian hari kita merasa perlu untuk meningkatkan kekuatan prosesor dengan meng-upgrade prosesor dengan kualitas lebih baik, maka ikuti langkah dibawah ini.

Langkah 1 : Siapkan obeng pipih (obeng minus) dengan ketebalan sesuai dengan pengikat heatsink. Jangan lupa siapkan tutup pelindung plastik shim (load plate).
Langkah 2 : Posisikan komputer dengan motherboard dan heatsink menghadap keatas. Menggunakan obeng pipih, putar bagian atas pengikat kaki heatsink pada arah 90o berlawan arah dengan tanpa panah. Hal ini akan mengendurkan pengikat heatsink dan melepaskan penguncinya pada lubang motherboard. Kemudian tarik kaki-kaki pengikat heatsink, angkat heatsink dari motherboard pada arah vertikal terhadap motherboard.

Langkah 3 : Jika kita akan menggunakan kembali heatsink, kembalikan posisi kaki-kaki pengikat heatsink menggunakan obeng pipih dengan arah memutar 90o berlawanan arah dengan tanda panah.

Langkah 4 : Setelah heatsink terlepas, tekan tuas pengunci kebawah sedikit dan geser ke arah luar dari soket, kemudian angkat tuas keatas sehingga load plate longgar. Angkat load plate perlahan-lahan hingga prosesor terlihat jelat pada soket.
Langkah 5 : Ambil prosesor dengan hati-hati menggunakan ibu jari dan telunjuk pada kedua sisi prosesor. Ada celah antara dinding plastik soket dengan prosesor untuk menempatkan ibu jari dan telunjuk pada dua sisi prosesor. Angkat prosesor pada posisi vertikal terhadap soket dan simpan prosesor pada pelindung plastiknya.
Langkah 6 : Jika berencana untuk tidak memasang prosesor baru, tutup bilah load plate pada posisinya kemudian kunci dengan ruas penguncinya. Tutup bilah load plate dengan tutup plastik pelindung pin. Selesai!!!